Kamis, 23 April 2009

PSIKIATER

PSIKIATER

BAGI YANG SEHAT
&
YANG SAKIT


Untuk mengenali gangguan kejiwaan
&
Bagaimana peran profesi dokter spesialis
Kedokteran jiwa mengatasi gangguan
Kejiwaan pada pasien-pasiennya.


APA TUGAS PSIKIATER?

Apa Tugas Psikiater?


Psikiater adalah dokter spesialis di bidang kesehatan jiwa (jiwa=pikiran, perasaan, dan perilaku). Definisi sehat menurut WHO adalah sehat badan, jiwa, dan sosial.

Sebagai seorang dokter, psikiater berupaya menolong pasien agar ia dapat menolong dirinya untuk bebas dari gejala menyakit dalam proses terapi.

Psikiater bukan pembela seseorang yang bermasalah dengan orang lain. Bukan juga bertugas menghakimi yang benar dan yang salah.

Dalam konsultasi psikiater mengajak klien atau pasien untuk menentukan sendiri pilihan dalam bertindak, setelah memperhitungkan risiko yang akan dihadapi dan cara mengatasinya.

Proses ini dilakukan secara sistematik profesional dan menjaga rahasia pribadi pasien.

Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk psikiater maka psikiater tidak akan mengambil contoh dirinya untuk diteladani orang lain.

Jasa psikiater itu adalah untuk semua orang, dari bayi hingga usia lanjut (dari Psikiater anak, hingga psikiater geriatri).

UNTUK SIAPA JASA PSIKIATER?

Untuk siapa jasa psikiater?


1. Mereka yang sehat jiwa (klien) ke psikiater untuk :
  • Meningkatkan (promotif) kapasitas mental sehingga daya tahan menghadapi stres meningkat dan tak mudah jadi stres (sakit)
  • Mencegah (preventif) timbulnya gangguan jiwa dalam menghadapi masa penyesuaian diri terhadap perubahan keadaan (status, nikah, pindah, tugas pekerjaan, pendidikan, dll). Upaya ini dapat diawali dengan tes kapasitas mental untuk pemahaman diri dan latihan mengatasinya secara langsung.
  • Konsultasi mengenai orang lain yang menjadi tanggung jawabnya (misal : guru untuk murid, direktur untuk bawahan, dokter spesialis untuk pasien, pemimpin organisasi, dll).
2. Mereka yang sakit jiwa (pasien) ke psikiater untuk terapi (berobat jalan atau inap). Selanjutnya penyehatan tanpa obat.


3. Mereka yang cacat jiwanya akan direhabilitasi agar kecacatannya tidak menjadi lebih berat.

Jasa psikiater lebih banyak dapat dimanfaatkan oleh orang sehat karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

GANGGUAN JIWA

Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa dapat disebabkan oleh :
  1. Gangguan organ (otak, keracunan, infeksi, dll).
  2. Psikoedukasi yang kurang tepat misalnya menjadikan perkembangan & pengalaman jiwa yang tidak sehat.
  3. Sosial budaya & lingkungan misalnya : "culture shock", bencana, teror, dll.
Gangguan jiwa dapat terlihat dari perubahan perilaku pasien atau perubahan fungsi organ-organ tubuh (sering sakit maag, sulit tidur, nyeri otot, sakit kepala, dll).

Seperti halnya sakit badan, tidak ada orang terus menerus sehat atau 100% sakit jiwanya. kadang-kadang terlihat "normal" tapi lebih sering terlihat gangguan jiwanya.

Pasien dengan gangguan kepribadian lebih banyak menyebabkan penderitaan pada orang-orang di sekitarnya dan lingkungan.

Berbeda dengan sakit badan, makin parah gangguan jiwanya, ia makin tidak menyadari bahwa dirinya sakit. Akibatnya, pasien tidak mau datang berobat dan tidak mau makan obat yang diperlukan.

Pasien dengan gangguan jiwa adalah orang yang perlu ditolong (meskipun seringkali ia tidak menyadarinya), bukan untuk dilecehkan atau ditertawakan karena ia tidak menginginkan menderita penyakit seperti itu.



BERABAGAI UPAYA TERAPI

Berbagai Upaya Terapi


1.Somatoterapi (melalui badan / organ)
  • Fisoterapi, ECT, fototerapi, dll.
  • farmakoterapi : obat-obatan penguat fungsi psikologi syaraf otak / neurotonik

2. Psikoterapi (melalui proses mental spritual)

  • Terapi bermain untuk anak yang bermasalah.
  • Terapi bina laku untuk menanggulangi kebiasaan buruk.
  • terapi kelompok untuk kelompok bermasalah, baik yang senasib, sejenis maupun yang sebaya.
  • Terapi pasangan / terapi keluarga untuk pasangan / keluarga yang bermasalah.
  • Terapi relaksasi, bagi mereka yang menderita resah, tegang dan sulit tidur.
  • Terapi desentisasi, bagi mereka yang menderita cemas, takut dan fobia.
  • Terapi ventilasi (sadar) dan abreaksi (bawah sadar), bagi mereka yang terganggu oleh rasa sedih, kecewa, kesal, putus asa, benci, dendam, dll.
  • Terapi hipnosis yang menggunakan proses status alfa dalam menanggulangi masalah kesehatan, dengan bermacam-macam cara : untuk terapi utama / sebagai terapi penunjang atas permintaan dokter lain.
  • Logoterapi : terapi untuk mencari makna hidup.

3. Sosioterapi (melalui lingkungan)
Pasien juga harus berperan aktif untuk mencapai keadaan sembuh (bebas gejala) hingga keadaan sehat badan.

Rabu, 22 April 2009

JIWA SEHAT (WHO)

Jiwa sehat (WHO)

adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.




Untuk konsultasi lebih lanjut tentang masalah anda, hubungi (dengan perjanjian) :

Dr. Dharmawan A. Purnama
RS Royal Progress Sunter
(Telp : 6400261)

Klinik Taman Anggrek
Telp : 5690432